Showing posts with label Reminder. Show all posts
Showing posts with label Reminder. Show all posts

Friday, 30 January 2015

Quote #2

Saat ini banyak orang yang mengukur semua dengan materi. Tak jarang banyak sekali pemuda yang takut untuk menikah karena belum mapan, bagi mereka menikah adalah halangan, menikah adalah beban. Sebelum menikah harus mapan dahulu, punya rumah, mobil yang mewah, dsb. Padahal didalam surat Al-Quran dijelaskan :
“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui” (QS. An Nur [24]:32)
Kemudian mereka yang beranggapan menikah itu mahal menjadikan pacaran sebagai jalan keluar. Mereka menghalalkan yang haram dan memberatkan yang halal, dan membenarkan sesuatu yang salah.
"Janganlah menjadikan mayoritas sebagai pembenaran terhadap suatu hal"
“Janganlah menjadikan hal-hal yang sudah lumrah dilakukan banyak orang sekarang menjadi hal yang baik untuk dilakukan”
“Janganlah menjadikan kata “sudah biasa” menjadi sebuah pembenaran dari suatu tindakan. Karena terlihat jelas pemisah antara yang baik dan yang buruk”
Karena terlihat jelas perbedaan antara yang buruk dan yang baik. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam salah satu surat-Nya :
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan” (QS. Al An’am [6]:116)
“Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung”” (QS. Al Ma’idah [5]:100)
Khalifah Ali masih umur 21 tahun ketika menikahi fatimah binti Rasulullah yang berusia 15 tahun. Tidak memiliki harta sama sekali, yang ia punya hanyalah hati yang takut pada Allah serta taat dan bertakwa pada -Nya. Walimah yang diselenggarakan sederhana dengan menyembelih satu ekor kambing dan bantuan dari para sahabat. Menikah bukan soal materi yang banyak, namun kompetensi dan komitmen untuk bekerja keras dan hidup mandiri. Hal yang diukur dalam kesiapan menikah bukan materi namun kompetensi.

Friday, 9 January 2015

Hakikat Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan

Ada banyak hal yang menarik dan menyenangkan untuk dibicarakan oleh golongan remaja dan dewasa muda, mulai dari zaman kambing belum doyan makan rumput sampai dengan sekarang salah satunya yaitu cinta. Tapi hal yang sedikit tragis adalah ketika sebuah konsep tentang apa itu cinta menjadi konsep yang salah dan termakan serta teracuni oleh konsep yang ditanamkan oleh media televisi dewasa ini. Menjadikan banyak orang memiliki konsep yang salah tentang bagaimana atau apa itu cinta? Konsep yang ditanamkan dan disuguhkan oleh televisi, sinetron dan banyak hal disekitar kita saat ini mengenai kapan kita jatuh cinta? ketika kita jatuh cinta yaitu ketika seorang perempuan nyamperin seorang laki-laki, kemudian menyatakan cinta, perasaan, bla-bla-bla sampai akhirnya jadiaan, pacaran, berduaan, gandengan tangan dan seterusnya. But, guys, stop it, that’s is not the true concept of love, it’s just delusional concept of love.
Gambar diambil dari salah satu teman FB
Agama islam yang merupakan agama yang paling benar dan satu-satunya agama yang diridhoi mulai dari diutusnya Rasul (Muhammad SAW) sampai dengan kiamat oleh Allah dimana didalam agama islam ini menjadikan Al-Quran dan Hadist sebagai dasar serta pedoman dalam segala aspek kehidupan. Sehingga konsep tentang cinta pun diajarkan, dan konsep yang diajarkan oleh islam tentang cinta yaitu cinta terbentuk ketika terbangunnya rumah tangga, cinta antara sepasang suami istri didalam rumah tangganya. Sebagai mana tertuang dalam salah satu surat Al-Quran :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”(QS Ar-Rum [30]:21)
Jadi konsep mengenai jatuh cinta didalam islam yaitu ketika terbangun rumah tangga yaitu cinta antara suami dan istri. So, stop about delusional concept and start to think about the true concept.
Salah satu hal yang mendasar dan fundamental yang dibutuhkan untuk memulai serta membangun sebuah rumah tangga dan mendapatkan sebuah konsep tentang cinta yaitu apabila seorang laki-laki dan seorang perempuan memiliki keinginan untuk membangun sebuah rumah tangga bersama. Namun, seringa kali sebelum mendapatkan dan menemukan seseorang yang tepat untuk dijadikan sebagai seorang pendamping dan pasangan hidup yang menemaninya dalam keadaan bahagia maupun dalam keadaan susah yaitu banyak orang galau atau khawatir akan hal ini. Jangan galau akan hal ini guys, bukankah jodoh sudah ditentukan? Kita akan tahu siapa jodoh kita dengan pasti ketika ada sebuah ijab qabul dan akad, maka insyaAllah dialah jodoh dan pasangan kita, insyaAllah.
Untuk membicarakan hal ini, mengenai cinta, pernikahan dan kebahagiaan, salah satu hal yang saya sukai yaitu analogi yang diberikan pada kisah seorang murid bernama Plato dan seorang guru bernama Socrates. Yaitu kisah seorang murid yang belajar memahami apa itu cinta, pernikahan dan kebahagiaan dari sang guru.


Makna Cinta
Kisah :
Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya, Socrates, tentang makna cinta.
Socrates :
“Pergilah ke ladang, petik dan bawalah setangkai gandum yang paling besar dan paling baik, tapi ingat satu hal, kamu hanya boleh berjalan satu arah. Setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.”
Plato melalukan apa yang diminta, tetapi dia kembali dengan tangan kosong.
Socrates :
“Kenapa engkau kembali dengan tangan kosong?”
Plato:
“Aku melihat beberapa gandum yang besar dan baik saat melewati ladang, tetapi aku berpikir mungkin ada yang lebih besar dan lebih baik dari yang ini, jadi aku melewatinya saja. Namun ternyata aku tidak menemukan yang lebih baik dari yang aku temui di awal, akhirnya aku tidak membawa satupun.”
Socrates :
“Itulah cinta.”
Ibrah :
Ya, cinta itu terus mencari yang terbaik, dan ternyata tidak ada yang terbaik. Manusia terus berjalan mencari cinta, namun ia selalu menghendaki sesuatu yang lebih, hingga akhirnya mereka mendapatkan kehampaan. Manusia selalu membandingkan, selalu merasa tidak puas, selalu dilanda kegelisahan. Mereka terus mencari, namun tidak pernah mendapatkan, karena menghendaki yang "lebih" dari apa yang ada.
Kecuali jika mereka berlabuh pada cinta karena Tuhan. Maka mereka mendapatkan jawaban.
Mencintai karena pertimbangan yang bercorak material --seperti kecantikan, ketampanan, kekayaan, kedudukan, pangkat, jabatan, fasilitas, popularitas, dan lain-lain-- sah-sah saja. Namun jika hanya karena pertimbangan itu cinta dilabuhkan, maka tidak pernah ada pelabuhannya. Tidak pernah ada muaranya. Cinta hanya akan membawa kepada kesengsaraan dan kehinaan.
Mencintalah karena Tuhan. Maka ada pelabuhan kokoh tempat engkau bersandar. Ada tempat yang lapang dan nyaman agar engkau bisa melabuhkan cintamu tanpa ragu, tanpa pengembaraan yang hampa dan sia-sia.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Asr [103]:1-3)

Makna Pernikahan
Kisah :
Pada hari yang lain, Plato bertanya kepada Socrates tentang makna pernikahan.
Socrates:
“Pergilah ke hutan, potong dan bawalah pohon yang paling tebal dan yang paling kuat, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.”
Plato pergi melakukan apa yang diminta, tapi dia tidak membawa pohon yang tebal dan kuat, dia hanya membawa pohon yang bagus.
Socrates :
“Mengapa engkau membawa pohon yang itu?”
Plato:
“Aku melihat beberapa pohon yang bagus dalam perjalanan di hutan, tapi kali ini aku belajar dari kasus gandum, jadi aku memilih pohon ini. Karena jika tidak, aku takut kembali dengan tangan kosong lagi, kurasa inilah pohon terbaik.”
Socrates :
“Itulah makna pernikahan.”
Ibrah :
Menikah adalah bab mengambil keputusan, setelah engkau melakukan proses pencarian. Tidak ada manusia sempurna, selalu ada kekurangannya. Jika engkau melihat gadis cantik, di tempat lain juga ada gadis yang lebih cantik. Jika engkau tertarik pemuda tampan, di tempat lain juga ada pemuda yang lebih tampan.
Engkau hanya memerlukan seseorang yang akan menemanimu, mengerti dirimu, bisa menerima kondisimu, mau menjadi sahabatmu dalam suka dan duka, melewati hidup bersama dalam segala keadaannya. Engkau tidak memerlukan seseorang yang sempurna untuk menjadi suami atau istrimu, karena memang tidak ada lelaki sempurna, tidak ada perempuan sempurna.
Siapapun yang engkau pilih untuk menjadi pendamping hidupmu, ia selalu memiliki kekurangan. Sebagaimana dirimu pun memiliki kekurangan. Maka jangan pernah berharap kesempurnaan dari manusia. Sebab kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Engkau hanya perlu memutuskan untuk memilih seseorang yang mencintaimu karena Tuhan. Bisa menemanimu untuk beribadah kepada-Nya. Bisa membahagiakanmu dalam bimbingan Tuhan.

Makna Kebahagiaan
Kisah :
Dalam kisah "konon" tersebut, Plato kembali bertanya kepada Socrates tentang makna kebahagiaan.
Socrates:
“Pergilah melewati taman, petiklah bunga yang paling cantik, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.”
Plato pergi melakukan apa yang diminta, dia kembali membawa bunga yang cukup cantik.
Socrates :
“Apakah ini bunga yang paling cantik?”
Plato:
“Aku melihat bunga ini, lalu memetiknya, dan meyakini ini adalah bunga yang paling cantik. Dalam perjalanan di taman aku melihat sangat banyak bunga yang cantik, namun aku tetap yakin bunga yang aku petik adalah yang paling cantik. Dan aku pun membawanya kemari.”
Socrates :
“Itulah kebahagian.”
Ibrah :
Engkau merasa bahagia karena engkau puas dengan apa yang engkau miliki. Engkau tidak mengharap harap apa yang engkau tidak miliki. Engkau bersyukur memiliki pasangan hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Engkau menikmati hidup bersama pasanganmu, belahan jiwamu, kekasih hatimu.
Bahagia itu letaknya ada di dalam jiwa yang selalu bersyukur, hati yang bersih, pikiran yang jernih. Bahagia itu ada dalam ketaatan kepada Tuhan, kecintaan kepada segala ketetapanNya, ridha dengan karuniaNya.
Jika engkau tidak pernah merasa puas dengan apa yang engkau miliki, maka secantik apapun istrimu, setampan apapun suamimu, engkau tidak akan pernah bahagia. Engkau tetap merana dan merasa hampa. Engkau merasa, kebahagiaan adalah milik orang lain. Seakan engkau tidak pernah memilikinya.
Engkau iri dengan orang lain yang istrinya lebih cantik dari istrimu, yang suaminya lebih tampan dari suamimu, yang ekonominya lebih mapan dari ekonomimu, yang kedudukannya lebih tinggi dari kedudukanmu. Maka bagaimana engkau akan bisa mendapatkan kebahagiaan, jika engkau selalu bersikap seperti itu?
Ya, itulah sebuah penggalan kisah dan ibrah mengenai analogi dari apa itu cinta, pernikahan dan kebahagiaan dari kisah seorang murid bernama Plato dan seorang guru bernama Socrates.
Hal yang ingin saya sampaikan kali ini yaitu apabila kalian sudah menemukan seseorang yang cocok dan kalian sudah siap serta mampu untuk menikah, maka menikahlah. Apabila kalian ingin mencari seseorang yang lebih terus-terus maka kalian tak akan menemukannya. Apabila kalian ingin menunggu sampai benar-benar siap, maka sampai kapan pun maka kalian tidak akan pernah siap untuk menikah. Apabila kalian menunggu sampai kalian mapan dan kaya bukankan sudah jelas seperti tertuang dalam salah satu surat Al-Quran.
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin)  dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas  (pemberian-Nya)  lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur [24]:32)
Jadi bukankah materi bukanlah ukuran dan penghalang untuk menikah? Jika kalian sudah mampu dan layak untuk menikah, maka menikahlah. Jika kalian takut karena belum siap secara materi, bukankah dalam An Nur ayat 32 tersebut Allah telah berjanji untuk memampukan dan memberikan karunia-Nya? Rezeki dapat dicari dari manapun. Asalkan niat kita baik, benar dan tepat dalam memilih untuk menikah, maka Allah akan memampukanya dan memberi kita rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga.
"Merupakan sebuah kodrat dan fitrah manusia untuk hidup bersama dengan orang lain karena manusia merupakan mahluk zoonpoliticon dimana manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan orang lain untuk hidup bersamanya sehingga dapat melangsungkan kehidupan."
Jika kalian belum siap untuk menikah maka janganlah menjadikan pacaran sebagai sebuah jalan untuk memenuhi kodrat kalian, karena cinta hakiki hanya tercipta dalam mahligai pernikahan dan rumah tangga yang dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang karena Allah. Jika belum siap, lebih baik perbaiki diri dan perbanyak shaum (puasa).

Saturday, 8 November 2014

Pesan Yang Tak Tersampaikan

Pesan ini merupakan pesan yang saya tulis di sela-sela waktu ketika tidak ada kuliah dan tugas, yang sudah lama ingin saya sampaikan untuk orang yang spesial bagi saya. Sebuah pesan yang dulu belum sempat saya sampaikan, karena keterbatasan waktu. Namun terkadang ketika ingin menyampaikan hal ini saya berfikir berulang-ulang, jangan sampai pesan yang saya tulis ini berasal dari bisikan syaitan, karena saya takut bila hal itu terjadi dan saya tidak ingin menodai perasaan yang saya rasakan pada orang yang spesial bagi saya. Biarlah perasaan ini murni muncul karena Allah SWT, bukan karena nafsu dan bisikan syaitan yang terkutuk. Mungkin, hal ini juga saya lakukan untuk menyemangati diri saya sendiri yang pada kenyataannya tidak bisa membohongi hati saya sendiri, yang terkadang teringat akan orang yang spesial bagi saya. Saya hanya berharap dan berdoa ini bukanlah penyakit isyq, karena saya ingin hati saya hanyalah untuk Allah, Rasul-Nya, keluarga saya, saudara saya, dan tentunya untuk orang yang halal bagi saya dan anak-anak saya nantinya (meskipun saya tidak tahu kapan akan menemukannya).
Seperti nama judulnya, pesan ini mungkin tak akan tersampaikan kepada orang yang spesial bagi saya karena peluangnya sangatlah kecil. Dan apa daya saya, saya bukanlah orang yang suka melanggar janji, saya berjanji untuk tidak menghubunginya secara personal lagi, kecuali bila Allah mempertemukan kami nantinya atau pada suatu waktu yang tepat. Sehingga saya hanya bisa menulis pesan ini di blog pribadi saya. Namun bila pesan ini sampai saya hanya berharap dia membacanya sampai akhir...

Dear San,
Hati dan perasaan memang sesuatu hal yang misterius. Terkadang untuk menjadikan sesuatu hal atau seseorang menjadi spesial dalam hati kita, itu tidak perlu waktu terlalu lama dan mungkin hanya perlu waktu yang sebentar. Kita tidak pernah meminta perasaan itu untuk muncul, namun apa daya, saya hanyalah seorang manusia dan seorang hamba yang diberi hati oleh-Nya.
Engkau memang bukan perempuan tercantik yang pernah saya temui, bukan pula perempuan teranggun yang pernah saya temui. Namun engkau adalah orang yang spesial bagi saya, hal ini pun bukan tanpa alasan. Tetapi cukuplah alasan ini menjadi rahasia antara saya dan Allah, namun bila suatu saat engkau menjadi yang halal bagi saya, dan engkau menanyakan alasannya, saat itulah akan saya beritahukan alasannya.
Terkadang saya tidak tahu apa yang saya rasakan, tiba-tiba ada sesuatu yang saya rasakan di hati saya. Terkadang ketika pergi ke kampus atau ke masjid, dan berpapasan dengan perempuan yang memiliki tinggi dan berpakaian seperti kamu, tiba-tiba saya teringat pada mu, dan membuat hati saya tak menentu. Saya tidak ingin terlalu GR, namun sepertinya dahulu engkau juga memiliki perasaan yang sama dengan apa yang saya rasakan.
Bukan bermaksud apa-apa, namun sepertinya karena sejak dahulu banyak perempuan yang mencoba mendekati saya. Meskipun saya tidak tahu entah apa alasannya, mulai dari adik-adik kelas, teman-teman seangkatan, dll, mengapa mereka histeris/melakukan hal yang mencoba untuk menarik perhatian saya ketika melihat saya? Apakah karena wajah saya? Namun saya rasa banyak yang lebih tampan dari saya. Apakah karena kepintaran saya? Namun saya rasa saya hanyalah seorang pemalas yang tidak pernah belajar dan kebetulan saja mendapat rangking dan nilai yang bagus. Apakah karena kecerdasan saya? Namun saya rasa banyak orang yang lebih cerdas dari saya, karena diatas langit pasti masih ada langit. Apakah karena harta? Namun saya rasa saya bukanlah siapa-siapa, saya belum bekerja, saya masih menjadi pelajar dan ayah saya bukanlah orang yang kaya raya. Mereka mungkin hanya melihat saya dari satu sisi saja, dari sisi baik saya, namun tidak pernah melihat saya dari sisi jelek saya. Sungguh, saya bukanlah siapa-siapa, saya hanyalah seorang hamba dan manusia biasa saja. Respon yang bisa saya berikan ketika itu terjadi hanyalah diam dan tersenyum karena saya ingin, hati saya, hanya saya berikan kepada bidadari yang halal bagi saya karena Allah.
Namun dari hal itu, terkadang membuat saya dapat merasakan dan dapat mengetahui apa yang dirasakan oleh orang-orang disekitar saya. Dan saya merasakan kamu memiliki perasaan yang sama dengan saya.
Terkadang saya ingin sekali menghubungi mu, menanyakan keadaanmu, mencoba untuk mengenal mu lebih lanjut, mendengar ceritamu, memberimu masukan, menghibur mu, memotivasi mu ketika kamu dalam keadaan sedih, dan menjadi teman serta sahabat untuk berbagi dan bercerita. Namun hati kecil saya mengatakan tidak, jika hal itu saya lakukan maka saya salah, karena engkau masih belumlah halal bagi saya. Karena saya adalah pengecut, saya tidak berani seperti itu karena saya takut dosa. Hal yang dapat saya lakukan hanyalah bersabar dan mencoba menjaga serta mengendalikan perasaan ini. Karena menurut saya hal yang dapat saya lakukan untuk membuktikan perasaan ini yaitu untuk membantu mu menjaga kehormatan dan kesucian hatimu yang engkau siapkan hanya untuk seseorang yang halal bagimu. Sebagaimana saya juga ingin menjaga perasaan dan hati saya hanya untuk seorang bidadari yang menunggu saya untuk menjemputnya dan melamarnya kepada ayah ibunya untuk menghalalkannya, meskipun saya belum tahu siapakah bidadari itu.
Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan, namun cukuplah hanya sedikit saja yang saya sampaikan, hal pertama adalah maaf. Maaf San, saya tahu kamu mungkin adalah seseorang perempuan yang ingin menyegerakan ibadah menikah, seperti halnya kakak perempuan saya. Namun karena kelancangan saya yang mengirimkan mu pesan dahulu, membuat mu baru diizinkan oleh orang tuamu untuk menikah 2 atau 3 tahun lagi terhitung dari tanggal 20/7/2014. Mungkin bila saya tidak pernah mengirim pesan tersebut, dan ada seorang laki-laki soleh yang langsung melamar mu, mungkin engkau pasti akan diizinkan menikah saat itu juga, karena dahulu engkau pernah berkata bahwa engkau baru diizinkan menikah setelah lulus kuliah, dan kini kamu sudah lulus kuliah dan bekerja namun kamu masih harus menunggu 2 atau 3 tahun lagi, oleh karena itu maaf.
Kamu tahu terkadang saya kagum dengan kakak perempuan saya. Dahulu ketika saya masih cupu, yang hanya menikmati dunia saya sendiri, sepulang sekolah kalau tidak ada kegiatan yang bermanfaat, atau kalau tidak bermain dengan sahabat saya, maka saya langsung pulang rumah dan menghiraukan dunia luar. Dahulu saya kira banyak perempuan yang memutuskan untuk langsung menikah seperti kakak saya, mungkin proses yang ia jalani dahulu hanyalah proses ta’aruf yang berjalan singkat. Namun ternyata dugaan saya salah, ternyata jauh lebih banyak perempuan yang lebih memilih untuk pacaran dari pada langsung menikah, entah mereka itu tidak berhijab atau pun berhijab. Orang yang memutuskan untuk langsung menikah kebanyakan hanyalah mereka yang berhijab agak lebar dan melonggarkan pakaiannya (mereka yang menutup aurot dengan sempurna). Hal itulah yang terkadang membuat saya kagum kepada kakak perempuan saya, ketika banyak perempuan seusianya yang memilih untuk pacaran, ia memilih untuk langsung menikah pada usia yang cukup muda, sekitar 20 tahun (hanya melalui proses perkenalan/ta’aruf yang singkat), dan ia pun membuktikan, meskipun sudah menikah dan memiliki anak setelah itu, namun ia tetap bisa melanjutkan dan menyelesaikan kuliahnya tepat waktu hanya bergeser satu semester untuk cuti hamil dahulu.
Oleh karena itu saya minta maaf San, karena saya tahu kamu pasti seseorang yang mirip seperti kakak perempuan saya itu. Kamu pasti seseorang yang ingin menyegerakan ibadah menikah. Dan maafkan saya, selain kelancang saya tersebut, karena saya juga orang yang pengecut. Meskipun saya lancang berani mengirimkan pesan tersebut, namun saya pengecut untuk melamarmu saat ini. Mungkin saya merupakan orang yang juga ingin menyegerakan ibadah menikah. Namun saya harus dapat membedakan hal yang mendasar dan beda-beda tipis antara menyegerakan dan tergesa-gesa. Saya pengecut, tidak seberani seperti kakak saya, karena saya dan kakak saya adalah dua orang yang berbeda. Kakak saya adalah seorang perempuan sedangkan saya adalah seorang laki-laki. Kakak saya tidak memiliki tanggung jawab dan tugas untuk menafkahi tapi ia dinafkahi sedangkan saya berbeda, saya adalah seseorang yang bertanggung jawab dan memiliki tugas untuk menafkahi istri dan anak-anak saya kelak.
Saya akan tergesa-gesa ketika saya melamar seseorang dengan hanya bermodalkan niat dan kemauan untuk menjaga kehormatan dan kesucian karena Allah namun belum memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah setelahnya. Saya akan menyegerakan ketika saya melamar seseorang dengan kondisi saya sudah memiliki kemampuan untuk memberikan nafkah lahir, batin dan memiliki niat serta kemauan untuk melaksanakan ibadah, dan perintah Allah agar dapat lebih bisa menjaga kehormatan dan kesucian saya. Dan saya adalah orang yang ingin menyegerakan namun bukan seseorang yang tergesa-gesa.
Pesan saya berikutnya, saya tahu kamu adalah sosok seorang perempuan yang kuat. Namun kamu tahu San, terkadang ada suatu beban yang tidak bisa dikerjakan dan dipikul sendiri. Janganlah sok kuat, terkadang meminta bantuan orang lain dan memikul bersama beban akan meringankannya, namun jangan terlalu bergantung pada orang lain. Karena menurut saya kamu terkadang memaksakan diri untuk menanggungnya sendiri, terkadang mintalah bantuan kepada teman perempuanmu atau kepada mahram mu, jangan sok kuat. Contohnya kamu terkadang pulang larut malam sendirian, itu sah-sah saja tapi pulang bersama teman perempuanmu atau mahram mu itu lebih aman.
Saya tahu kamu adalah sosok seorang perempuan yang memiliki hati yang tegar, tapi dibalik itu saya tahu dan saya bisa merasakan bahwa kamu adalah sosok perempuan yang terkadang rapuh didalam. Janganlah sok tangguh, terkadang kamu memasang fake smile, tapi tetap saja terlihat di ekspresi wajahmu kalau kamu sedang ada masalah. Kamu tahu, kenapa Allah menciptakan air mata? Air mata bukanlah simbol kerapuhan tapi simbol kekuatan. Terkadang jika masalah yang kamu hadapi terlalu berat, janganlah hanya pasang fake smile, terkadang kamu juga boleh menangis. Menangislah dihadapan Allah ditempat yang sepi atau ketika kamu sedang bersujud. Janganlah menangis untuk meratapi keadaan atau masalah yang kamu hadapi, tapi menangislah untuk mengurangi beban masalah yang kamu hadapi kemudian bangkitlah dengan semangat yang baru.
Pesan saya berikutnya, terima kasih San, terima kasih...
Mungkin kamu tidak tahu mengapa saya berterima kasih, tapi saya rasa cukuplah alasannya hanya saya dan Allah yang tahu.
Diatas semua ini saya memang hanyalah seorang hamba dan manusia biasa. Saya tidak dapat menampik perasaan saya, ketika saya memutuskan untuk membunuh perasaan saya dahulu ternyata saya salah, karena saya menjadi seperti robot yang berjalan tanpa emosi, menjadikan saya hampir terjerumus kepada hal yang salah, sehingga yang saya sadari setelah itu adalah bukan membunuh perasaan saya tapi mengendalikan perasaan saya. Karena sejatinya perasaan dan hati yang diikuti oleh akal dan pikiran yang jernih itulah manusia, bukan hanya terdiri dari akal saja. Karena mahluk yang diberi akal tapi tidak diberi syahwat bukanlah manusia tapi malaikat, jadi manusia tidak seharusnya membunuh perasaannya sendiri tapi mengendalikan perasaannya sehingga dapat tetap menjadi manusia yang dapat menjadi lebih mulia dari malaikat. Sehingga terkadang ketika saya merasakan rasa rindu pada mu saya hanya bisa mencurahkan rasa ini, sambil meratap dan berdoa kepada Allah.
Ya Allah, hindarkan hamba dari dari penyakit isyq
Wahai Dzat yang maha membolak-balikkan hati, kokohkan hati hamba untuk menjalankan agama-Mu

Wahai Dzat yang maha mencondongkan hati, condongkanlah hati hamba untuk menaati Mu dan Rasul-Mu
Ya Allah, jika memang perasaan ini Engkau yang memunculkannya maka jagalah perasaan ini
Janganlah jadikan perasaan ini mengalahkan kecintaan hamba pada Mu dan pada Rasul-Mu

Ya Allah, jika memang dia jodoh hamba, maka suatu saat Engkau pasti akan menunjukkan jalan kepada hamba
Jalan untuk menjemputnya dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat
Sampai saat itu tiba, maka jagalah perasaan ini, jangan sampai dinodai oleh syaitan yang terkutuk
Dan percepatlah jalan hamba menujunya untuk menghalalkannya
Dan ya Allah, jika dia bukan jodoh hamba, maka hilangkanlah perasaan ini secara berangsur-angsur
Dan Engkau pasti akan menggantikannya dengan yang jauh lebih baik untuk masing-masing dari kami

Ya Allah terlepas dari dia jodoh hamba atau bukan perkokohlah hati kami
Perkokohlah hati hamba dan hatinya untuk menaati Mu dan Rasul-Mu
Perkokohlah hati hamba dan hatinya untuk menjalankan agama-Mu
Perkokohlah hati hamba dan hatinya dalam upaya untuk menjaga kesucian kami

Dan ya Allah terlepas siapapun jodoh kami
Perkokohlah hati mereka untuk lebih mendekatkan diri pada Mu
Perkokohlah hati mereka untuk terus memperbaiki diri mereka
Sebagaimana kami mencoba memperbaiki diri kami

Ya Allah terlepas siapapun jodoh hamba
Pertemukanlah hamba dengannya
Dengan cara yang tepat, dan pada waktu yang tepat
Dan sandingkanlah hamba dengan bidadari yang benar-benar mencintai-Mu
Sandingkanlah hamba dengan bidadari yang mencintai hamba apa adanya
Sandingkanlah hamba dengan bidadari yang mencintai hamba karena-Mu
Sandingkanlah hamba dengan bidadari yang menentramkan hati hamba
Bimbinglah selalu hamba sehingga hamba dapat memperlakukan bidadari hamba dengan baik
Sehingga hamba dapat memperlakukan bidadari hamba seperti Rasul-Mu memperlakukan istri-istrinya

Ya Allah hamba tahu, hamba adalah seorang hamba yang jauh dari baik
Amal ibadah yang hamba lakukan tidak sebanding dengan apa yang telah Engkau berikan pada hamba
Namun tiada tempat untuk meminta selain Engkau
Wahai Dzat yang memiliki dan menguasai semua yang ada di bumi dan semua yang ada di langit
Izinkanlah hamba, bidadari hamba dan semua orang-orang yang hamba cintai untuk masuk ke Surga-Mu
Pertemukanlah hamba dengan Mu, dengan Rasul-Mu dan dengan orang-orang yang hamba cintai
Pertemukanlah kami dalam keadaan terbaik kami nantinya
Pesan saya yang terakhir, jagalah hatimu, jagalah kehormatanmu, jagalah kesuciaanmu hanya untuk siapapun dia yang halal bagimu dan cintailah ia karena Allah. Janganlah mempersulitnya dalam upaya menghalalkanmu, dengan memahalkan maharmu. Karena perempuan yang mulia adalah yang paling murah maharnya. Saya tahu kamu adalah orang yang baik dan kamu adalah orang yang kuat jadi tetaplah jadi dirimu, pegang eratlah prinsipmu dan jangan mudah terbawa dan terpengaruh oleh lingkungan sekitarmu. Terakhir kali bila suatu saat kamu memang jodoh saya, I just want to thank you properly, ketika kamu telah menjadi yang halal bagi saya dengan memperlakukan mu sebagaimana Rasul memperlakukan istri-istrinya, tapi jika bukan, maka saya hanya ingin menyampaikan terima kasih, San....
Best Regards,
seorang hamba yang jauh dari kata baik

Terkadang saya merasa apa yang saya lakukan ini ridiculous karena saya tahu kemungkinan pesan ini untuk sampai padamu adalah kecil, namun bila pesan ini sampai, maka semoga kamu dapat tersenyum bukan karena senyum palsumu tapi karena senyum dari hatimu, janganlah pernah engkau merasa tidak penting atau tidak spesial karena terkadang ada orang yang menganggap mu spesial, bukan karena fisikmu, tapi karena kamu memiliki sebuah hati yang baik dan cantik. Dan bila tidak tersampaikan biarlah pesan ini menjadi sebuah memori yang terpendam didasar. Dan biarlah Allah yang menyampaikan pesan ini padamu dengan cara memperkuat hatimu dalam upayamu menjaga ketaatanmu. Dan jika kita tidak berjodoh semoga Allah menyandingkan mu dengan laki-laki yang jauh lebih baik dari saya, janganlah memilih laki-laki yang lebih buruk dari saya, dan jangan pula mencoba mencari laki-laki yang sempurna karena hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna. Meskipun saya tahu saya bukanlah siapa-siapa saya hanyalah seorang hamba dan manusia biasa yang tidak lebih baik dari siapapun.
Hal yang dapat saya lakukan saat ini hanyalah segera menyelesaikan studi saya, semoga Allah mempercepat pekerjaan saya setelahnya, sehingga saya dapat dengan segera menjemput siapapun bidadari yang menunggu kedatangan saya untuk menghalalkannya, sehingga kami dapat membangun rumah tangga dari nol bersama-sama. Sehingga saya dapat membangun dan mengejar mimpi saya dengan lebih tenang. Karena saya sadar mimpi saya bukan hanya untuk diri saya pribadi, bukan hanya untuk keluarga kecil saya, bukan hanya untuk keluarga besar saya, bukan hanya untuk lingkungan sekitar saya, bukan hanya untuk bangsa saya, namun mimpi saya ada untuk berjuang dijalan Allah dengan cara yang akan saya pilih nantinya. Dan hal yang dapat saya lakukan sekarang, menunggu waktu yang tepat untuk menjemput siapapun bidadari saya.

Gambar yang diambil dari film animasi, Tono Tamaki [5 centimeters per seconds]

Tidak ada manusia yang sempurna, dan Allah menjadikan manusia berpasang-pasangan untuk saling melengkapi satu sama lain dan untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam upaya untuk menjadi hamba yang lebih baik dan senantiansa mendekatkan diri pada-Nya. Karena Allah tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah pada-Nya.
Doa terhindar dari penyakit isyq :
yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik, yaa mushorrifal quluub, shorrif qalbii ilaa thoo’atik wa thoo’ati rosuulik